Senin, 12 Agustus 2013

Sepenggal Pengalaman Ruhani Seorang dokter Tentang Kematian

       *Taufik Pasiak, yah itulah namanya, dengan segudang pengalaman di bidang kedokteran. Kakanda adalah seorg pakar Neurosains, yang juga dokter di RSU Prof. Kandou, Manado. Karya-karya bang Taufik yang spektakuler diantaranya buku berjudul; "REVOLUSI IQ/EQ/SQ: Antara Neurosains dan Al Quran", "Unlimited Potency of the Brain"...., dll.
Berikut penuturan kisahnya:

       #‎Pukul‬ 4.30, subuh tadi (5 syawal 1434/12 Agustus 2013), seorang kawan mengirim pesan singkat BBM, katanya ia sedang ada di muka pintu pagar rumah saya. "Mohon bantuan karena ada keluarga yang tampaknya sekarat". Bergegas saya turun dan segera melaju dengan motor menuju rumah yang meski tak begitu jauh, tetapi karena jalan yang memutar, maka saya harus menempuh dengan waktu kl 15 menit. Setiba di rumah sesegera saya langsung menjumpai seorang lelaki tua, terbaring di tempat tidur dengan wajah tenang. di sekelilingnya sudah ada isteri, anak perempuan dan 2 orang keluarga dekatnya. Seketika saya meraba dari ujung kaki hingga dahi, memegang nadinya untuk menemukan denyut nadi, menekan dengan keras beberapa kuku jari kaki dan tangan, meraba pembuluh darah leher, memeriksa pupil matanya dengan senter, memeriksa tekanan darah, dan kalau-kalau denyut jantungnya masih ada, dll. Kesimpulan saya: tanda-tanda vital (vitae: hidup) sudah tidak ada lagi. Karena itu sudah memenuhi kriteria kematian klinis. Namun, advis saya kepada keluarga agar menunggu setidaknya 1-2 jam lagi untuk dapat memastikan ybs sudah wafat secara biologis. Sudah 3 kali saya menemukan kasus seperti ini, tetapi hampir sejam usai kematian klinis ini, pasien menunjukkan lagi tanda-tanda vital (kehidupan). Artinya, setelah mati klinis terjadi lagi kehidupan. Dalam pekerjaan profesional saya sebagai dokter, setidaknya dalam 17 tahun menjadi dokter, saya sudah menyaksian secara langsung dan memutuskan kl lebih 200 kematian. Ada 2 kematian klinis yang kemudian muncul lagi tanda-tanda vital (hidup lagi) dan satu orang yang secara klinis sudah wafat, tetapi masih bisa berbicara secara serius dengan saya. Kejadian 'orang mati berbicara' itu terjadi tak jauh dari tempat praktik saya sekitar tahun 1998. Semua vital sign sudah ndak ada, tetapi ybs masih berbicara beberapa hal penting dengan saya secara serius dan sungguh2. Meski heran luar biasa kepada keluarga saya menyampaikan beberapa hal. kl 30 menit meninggalkan rumahnya saya dikabari bahwa ybs sudah tidak lagi berbicara, dan esoknya kemudian dikuburkan. Ahli terkenal Leonardo da Vinci berujar: "satu-satunya alasan yang membuat saya percaya pada Tuhan adalah bahwa Dia sanggup menghidupkan dan mematikan seseorang". Iskandar Zulkarnaen, yang dalam buku2 teks barat dipanggil sebagai Alexander the Great, seorang raja penguasa Timur dan Barat, yang semua orang tunduk padanya, meninggal karena sengatan seekor nyamuk saja. Dia meninggalkan teladan kematian yg luar biasa: jenazahnya di arak di seluruh negeri sembari sang pengusung berteriak (sebagaimana diamanatkan sang Raja): "inilah Iskandar Zulkarnaen, raja Timur dan Barat, ketika wafat, hanya berada dalam tandu ini". Iskandar mau mengajarkan bahwa ketika wafat tak ada harta, tahta, populartas, dan milik apapun yang dibawa, selain amal kebaikan. "sungguh kematian itu menjadi nasihat", 'dan setiap yang bernyawa pasti akan mati". (catatan: yang saya jenguk tadi pagi adalah Bp.Drs.Harmen Sirohan, M.Ag., pensiunan dosen STAIN Manado)


Selasa, 30 Juli 2013

SURAT GALAU BUAT PREMAN GALAU, FPI


Dear,
Front Pembela Islam (FPI)
Serta Seluruh Simpatisan
Di -
Tanah air

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu..,
Salam sayang teriring Doa semoga kita senantiasa diberi petunjuk oleh Allah SWT.

Melalui surat ini saya beserta masyarakat yang sedang galau dan resah atas tindakan anarkisme yang meng-atasnama-kan agama, melayangkan petisi sebagai bentuk evaluasi atas pola gerakan yang kerap kali saudara-saudara Front Pembela Islam (FPI) lakukan. Betapa tidak, tindakan saudara-saudara cuma menambah permasalahan umat dan bangsa dengan aksi-aksi brutal yang kadang immoral, dan tak mendidik, sehingga Islam lagi-lagi dicitrakan negatif terhadap segelintir orang-orang yang tidak faham tentang ajaran tersebut.
Front Pembela Islam”. Yaahh.., itu sebuah kata yang cukup janggal di telinga saya. Siapa yang anda Bela?  Islam yang mana? Atau mungkin anda sedang membela Tuhan??? Renungkan sejenak, bahwa esensi ajaran Islam tidak akan pudar oleh seorang pelaku maksiat. Jadi tidak perlu anda Bela, sebab Allah SWT telah menjaga dan memuliakan ajaran tersebut. Pun yang harus dibela ialah upaya penegakan supremasi hukum karna persoalan Kemaksiatan yang merupakan bentuk patologi sosial adalah persoalan pelanggaran norma serta hukum yang berlaku, juga dilaknat oleh Allah SWT (bukan dilaknat oleh Ormas). Mudah dimengerti bahwa mereka yang melakukan perbuatan maksiat itu tidak sedang mengatasnamakan agama pula. Jika saudara-saudara gencar melakukan razia kemaksiatan di bulan suci Ramadhan kami pun sepakat, selagi dalam batas kewajaran tanpa pendeketan Premanisme.
Sangat disayangkan power saudara-saudara harus dihabiskan untuk hal-hal yang kontra-produktif, terlebih lagi kebiasaan saudara-saudara sering menjustifikasi; “ini kafir..! itu kafir..! kalian kafir..!” atas hal-hal yang saudara-saudara tidak terima. Betapa galau-nya saudara-saudara hingga “Mengambil alih Peran Tuhan”?  Kenapa pula saudara-saudara tidak melabrak para pelaku maksiat kelas kakap, oknum pejabat, artis, ataupun kartel narkoba dan sebagainya??? Sungguh ironi menyaksikan keterpurukan umat atas kebijakan para pemimpin-pemimpin zolim, pemiskinan struktural yang mungkin saja anda akan mengatakan itu adalah Takdir !
Dimana saudara-saudara ketika Islam dipojokkan sebagai pelaku utama Teroris?
Lalu Dimana pula keberpihakan saudara-saudara ketika bangsa kita (yang mayoritas Islamdisandera oleh korporasi asing?
Sudahlah,,,! Berhentilah galau dan anarkisGerakan anda akan lebih bermartabat jika mendorong penguatan internal, pembentukan aqidah-akhlak agar kita terhindar dari segala bentuk kemaksiatan.
Wassalam....,

                                                                  Kendari, 29 juli 2013
                                                                  @at, Masjid Agung_Al-Kautsar,  09:30 PM
                                                                           
                                                                  Mulyadi Indra Hannas

SURAT GALAU BUAT PREMAN GALAU, FPI


   Dear,
   Front Pembela Islam (FPI)
   Serta seluruh simpatisan
   Di –
                                                                                                          Tanah air

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu..,
Salam sayang teriring Doa semoga kita senantiasa diberi petunjuk oleh Allah SWT.
Melalui surat ini saya beserta masyarakat yang sedang galau dan resah atas tindakan anarkisme yang meng-atasnama-kan agama, melayangkan petisi sebagai bentuk evaluasi atas pola gerakan yang kerap kali saudara-saudara Front Pembela Islam (FPI) lakukan. Betapa tidak, tindakan saudara-saudara cuma menambah permasalahan umat dan bangsa dengan aksi-aksi brutal yang kadang immoral, dan tak mendidik, sehingga Islam lagi-lagi dicitrakan negatif terhadap segelintir orang-orang yang tidak faham tentang ajaran tersebut.
Front Pembela Islam”. Yaahh.., itu sebuah kata yang cukup janggal di telinga saya. Siapa yang anda Bela?  Islam yang mana? Atau mungkin anda sedang membela Tuhan??? Renungkan sejenak, bahwa esensi ajaran Islam tidak akan pudar oleh seorang pelaku maksiat. Jadi tidak perlu anda Bela, sebab Allah SWT telah menjaga dan memuliakan ajaran tersebut. Pun yang harus dibela ialah upaya penegakan supremasi hukum karna persoalan Kemaksiatan yang merupakan bentuk patologi sosial adalah persoalan pelanggaran norma serta hukum yang berlaku, juga dilaknat oleh Allah SWT (bukan dilaknat oleh Ormas). Mudah dimengerti bahwa mereka yang melakukan perbuatan maksiat itu tidak sedang mengatasnamakan agama pula. Jika saudara-saudara gencar melakukan razia kemaksiatan di bulan suci Ramadhan kami pun sepakat, selagi dalam batas kewajaran tanpa pendeketan Premanisme.
Sangat disayangkan power saudara-saudara harus dihabiskan untuk hal-hal yang kontra-produktif, terlebih lagi kebiasaan saudara-saudara sering menjustifikasi; “ini kafir..! itu kafir..! kalian kafir..!” atas hal-hal yang saudara-saudara tidak terima. Betapa galau-nya saudara-saudara hingga “Mengambil alih Peran Tuhan”?  Kenapa pula saudara-saudara tidak melabrak para pelaku maksiat kelas kakap, oknum pejabat, artis, ataupun kartel narkoba dan sebagainya??? Sungguh ironi menyaksikan keterpurukan umat atas kebijakan para pemimpin-pemimpin zolim, pemiskinan struktural yang mungkin saja anda akan mengatakan itu adalah Takdir !
Dimana saudara-saudara ketika Islam dipojokkan sebagai pelaku utama Teroris?
Lalu Dimana pula keberpihakan saudara-saudara ketika bangsa kita (yang mayoritas Islam) disandera oleh korporasi asing?
Sudahlah,,,! Berhentilah galau dan anarkis. Gerakan anda akan lebih bermartabat jika mendorong penguatan internal, pembentukan aqidah-akhlak agar kita terhindar dari segala bentuk kemaksiatan.
            Wassalam....,

      Kendari, 29 juli 2013 
      @at, Masjid Agung_Al-Kautsar,09:30 PM

      Mulyadi Indra Hannas

Minggu, 02 Juni 2013

Pendidikan Kewarganegaraan: "Evaluasi Semester Genap"



EVALUASI SEMESTER GENAP
Bidang Studi                : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Kelas/semester            :  X / genap
Alokasi waktu              :  ……..
B U T I R     S O A L
SKOR /NILAI
1.       Terangkan perbedaan Bangsa, dan Negara !
2.    Diantara badan peradilan, terdapat beberapa jenis Pengadilan Khusus. Tuliskan 3 Pengadilan Khusus tersebut !
3.       Apakah pengertian Korupsi, menurut anda ? ……
4.      Berikan 2 contoh perilaku siswa yang tergolong Gratifikasi di lingkungan sekolah !     (yang harus dihindari) !
5.  Uraikan pengertian konstitusi baik pengertian luas maupun pengertian sempit (terbatas)
6.       Tuliskan 4 (empat) fungsi konstitusi !
7.   Apa sajakah tanggung jawab warga negara terhadap konstitusi dan dasar negara? Tuliskan salah satunya !
8.       Jelaskan asas dalam penentuan kewarganegaraan berikut ini:
a.   ius soli
b.   ius sangius
9.       Bilamanakah seorang warga negara dapat kehilangan status kewarganegaraannya? Jelaskan salah satunya!
10.   Jelaskan pengertian Politik menurut Ramlan Surbakti !
11.   Sistem Politik seperti apakah yang dianut dan dikembangkan di Indonesia? Jelaskan
12.   Sila keempat Pancasila memuat 3 prinsip dasar pelaksanaan sistem Politik Indonesia. Tuliskan 3 prinsip dasar tersebut !
13.   Uraikan masing-masing 3 (tiga) Lembaga atau komponen yang tergolong dalam :
a.   Suprastruktur Politik di Indonesia
b.   Infrastruktur Politik di Indonesia
14.   Jelaskan makna dari istilah “Majority rule and minority right” !
15.   Menurut anda, Perlukah kita sebagai warga negara mempelajari dan “aktif” dalam hal urusan Politik?  Serta kemukakan alasan anda !
5
5

5
5

10
10

5

10

 
5
5

5
10

10


5
5
Total Skor
100
<<SELAMAT BEKERJA>>



EVALUASI SEMESTER GENAP
Bidang Studi                : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Kelas/semester           : XI (Umum) / genap
Alokasi waktu              :  ……..

B U T I R     S O A L
SKOR /NILAI
1.       Terangkan pengertian Budaya Demokrasi !
2.       Ada beberapa Prinsip – prisip Demokrasi secara umum. Tuliskan 5 diantaranya !
3.       Jelaskan apa yang anda ketahui tentang masyarakat madani !
4.    Bagaimanakah dampak penyelenggaraan pemerintahan atau organisasi yang dikelola dengan tidak Transparan?  Jelaskan menurut anda !
5.       Terangkan perbedaan hubungan bilateral dan hubungan multilateral !
6.       Tuliskan 3 tahapan Pembuatan Perjanjian Internasional !
7.       Jelaskan perbedaan korps diplomatik dan korps konsuler !
8.       Tugas Umum seorang Perwakilan Diplomatik ada lima. Tuliskan 3 diantaranya !
9.       Tuliskan pula 4 Organisasi Internasional yang anda ketahui !
10.   Kemukakan 3 Penyebab timbulnya sengketa internasional !
11. Prinsip hukum internasional dalam penyelesaian sengketa internasional di dasarkan pada prinsip-prinsip yang berlaku secara universal. Jelaskan 4 Prinsip-prinsip tersebut!
12.   Tuliskan 3 cara penyelesaian sengketa internasional dengan cara damai !
13.Bagaimanakah cara penyelesaian sengketa internasional melalui arbitrase internasional?
14.   Bilamanakah Penyelesaian dengan cara paksa atau tindakan agresi dapat dilakukan ?
15. Berikan tanggapan anda terkait sengketa perebutan wilayah antara pemerintah RI dengan Malaysia, serta penyelesaian sengketa kedua negara tersebut !
5
10
5
5

5
5
10
10
5
10
10


5
5

5
5

Total skor
100
<<SELAMAT BEKERJA>>



Kamis, 30 Mei 2013

materi Perspektif Global


PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI POLITIK, SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
Disampaikan pada mata kuliah; Perspektif Global
UNIVERSITAS TERBUKA Pokjar Kotabunan”

Oleh: Mulyadi Indra Hannas, S.Pd, MM

Perspektif Global dapat kita gambarkan sebagai suatu paradigma, cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian dan kegiatan dari sudut kepentingan Global atau Internasional. Cara pandang secara meng-global demikian timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup dan kehidupan ini adalah untuk kepentingan global. Sering kali kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan di lingkungan kita dapat berpengaruh pada tataaran global atau Internasional. Dalam berpikir seseorang harus berpikir global, dan dalam bertindak dapat secara lokal “Think Globaly and act Localy”.
Dewasa ini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi atau yang lebih dikenal dengan ICT telah membongkar sekat-sekat atau hambatan sistem komunikasi – informatika, yang diusung lewat mainstream Globalisasi.
Globalisasi tidak hanya mempengaruhi perspektif kita pada tatanan culture and value, tapi juga mempengaruhi visi kita pada ranah sosial lainnya, khususnya dilihat dari sudut ilmu-ilmu sosial dan ilmu lain yang terkait seperti Perspektif Global dari visi politik, sosiologi, antropologi.
                                   
A. Perspektif global dari visi Politik

Definisi  ilmu Politik
Ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan  itu (Roger F. Soltau).
Dalam perspektif global, hubungan suatu negara dengan negara-negara lain adalah hal yang pokok.
Jenis hubungan antar negara ditinjau dari jangkauannya:
-    Jangkauan Regional: Antarbangsa atau antarnegara di suatu kawasan (tetangga), misalnya di kawasan Asia Tenggara.
-    Jangkauan Internasional: Antarbangsa atau antarnegara di berbagai belahan dunia.
-    Jangkauan Global: Antarsemuabangsa atau antarsemuanegara di dunia ini.
Secara politik, Negara dengan tujuan dan lembaga-lembaganya dari waktu ke waktu mengalami Perubahan. Setiap perubahan politik di Negara-negara lain yang telah maju seperti; USA, Jerman, Inggris, RRC, Jepang, dan lain-lain harus diantisipasi dan diperhitungkan pengaruhnya terhadap perkembangan politik bagi Negara-negara berkembang seperti Indonesia, serta sebaliknya.

Konteks Politik Indonesia
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif yang menjadi landasan kerja sama di bidang ekonomi dengan negara-negara lain. Bebas, artinya bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan negara mana pun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktif, berarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia.
Stabilitas dan kemajuan politik Indonesia, khususnya politik luar negeri, berpengaruh pada kondisi politik global, contohnya dampak Konferensi Asia Afrika (KAA yang menghasilkan Dasasila Bandung /Bandung Declaration) dan Gerakan Non-Blok (GNB khususnya untuk mendukung perdamaian dunia).

Negara Republik Indonesia sebagai warga dunia, tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh perkembangan di negara-negara lain. Perkembangan di negara-negara lain selalu berpengaruh terhadap kehidupan politik, khususnya politik luar negeri Indonesia. Perubahan peta politik membawa dampak luas pada tatanan global di bidang politik, ekonomi, sosial, dan IPTEK. Perspektif global dari perubahan peta politik tersebut, membawa dampak pada berbagai aspek hubungan luar negeri Indonesia.


B.    Perspektif global dari visi Sosiologi

Definisi  Sosiologi
Sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan kelompok- kelompok umat manusia, studi tentang manusia dan lingkungan manusia dalam hubungannya satu sama lain (Frank H. Hankins).
Objek utamanya adalah hubungan antarmanusia dalam lingkungan sosial di mana terjadi interaksi sosial yang semakin lama semakin luas dan berkembang. Mulai dari keluarga, teman sepermainan, tetangga, sekampung, sekota, regional provinsi, sampai ke tingkat global antarbangsa.
Motif interaksi sosial sangat beragam dilandasi oleh tujuan tertentu. Contohnya hubungan antara produsen dan konsumen yang dilandasi oleh motif ekonomi.
Akibat interaksi sosial yang makin intensif sampai ke tingkat global, menunjukkan perubahan sosial di masyarakat sampai ke proses Modernisasi.

Dampak kemajuan, penerapan, dan permanfaatan IPTEK di bidang transportasi dan komunikasi menjadikan interaksi sosial baik secara langsung (misalnya di pasar swalayan) maupun tidak langsung (misalnya on-line shopping) ini semakin intensif dan meluas menembus batas-batas local, regional, nasional, internasional, sampai global sekalipun. Hal ini tentunya membawa perubahan sosial, kemajuan sosial yang berdampak luas terhadap opini, kecerdasan, nalar dan wawasan manusia yang mengalaminya.  Pengetahuan, ilmu, dan pengenalan teknologi berdampak luas pada tatanan sosial dan telah memasuki kehidupan segala lapisan masyarakat secara local, regional, bahkan juga global. Contohnya jenis makanan khas setempat yang telah menyebar ke segala tempat bahkan juga di manca negara, seperti misalnya makanan khas Indonesia tempe yang kini terkenal di Jepang. Contoh lainnya adalah jenis permainan atau kebudayaan lokal/tradisional yang kini terkenal di segala penjuru dunia, misalnya pencak silat, gamelan, tari-tarian Bali, dsb.

Kegiatan sehari-hari seperti belajar dan olah raga juga merasakan dampak globalisasi, misalnya pertukaran pelajar dan pertandingan olah raga antarnegara seperti sea games ataupun olimpiade, dsb.
Semua contoh-contoh di atas adalah sebagian bukti bahwa interaksi sosial, hubungan antarmanusia, sudah semakin meluas.
Hal ini tentunya membawa dampak positif (menambah pengalaman dan kemampuan, pertukaran nilai, dst) maupun negatif (pergaulan bebas, pemakaian obat-obat terlarang, sadisme,dst) bagi kehidupan sosial di negara yang mengalaminya. Dampak positif yang ada patut disyukuri dan dijadikan sesuatu yang bermakna. Dari peristiwa dan interaksi sosial yang ada, menyadarkan manusia agar menghargai satu sama lain karena manusia sama harkat dan derajatnya di sisi Tuhan YME. Sedangkan dampak negatif yang ada wajib diwaspadai oleh semua pihak. Harus menjadi perhatian dan kepedulian kita bahwa ada kelompok manusia yang bertujuan komersial dan barangkali juga bertujuan politik yang secara sengaja melakukan penetrasi budaya untuk meracuni dengan tujuan menghancurkan generasi muda bangsa tersebut. Kita harus secara aktif mencari alternatif pemecahannya.

C. Perspektif global dari visi Antropologi

Definisi Antropologi
Antropologi, khususnya Antropologi Budaya merupakan studi tentang manusia dengan kebudayaannya (Koentjaraningrat (1990: 1112)).
Antropologi adalah studi tentang manusia dengan pekerjaannya, lebih menitikberatkan kepada kebudayaan sebagai hasil pengembangan akal pikiran manusia (F.A. Hoebel).

Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global terarah pada keberadaan dan perkembangan  budaya dengan kebudayaan dalam konteks global.

Hakikatnya, perkembangan aspek kehidupan apapun mulai dari tingkat lokal sampai ke tingkat global, dasarnya terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik umat manusia. Perkembangan serta kemajuan yang ada di sekitar kita merupakan hasil pengembangan akal pikiran manusia atau hasil pengembangan budaya sebagai perkembangan kebudayaan. Proses dan arus globalisasi dalam kehidupan sesungguhnya adalah proses global kemampuan budaya atau proses kebudayaan.
IPTEK yang terus berkembang merupakan produk akal pikiran manusia. Manusia harus mengembangkan dan meningkatkan daya pikir yang aktif kritis agar dapat menghindar dari ketergantungan terhadap IPTEK.
Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global, berarti mengamati, menghayati, dan memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh yang aspek serta unsur-unsurnya berkaitan satu sama lain terintegrasi dalam kehidupan umat manusia.
Pendidikan tidak dapat terlepas dari interaksi sosial. Suasana kondusif sangat ditentukan oleh ketentraman, jaminan peraturan, kepemimpinan, dan pemerintahan yang stabil (politik) sehingga tumbuh ketenangan hati dan kesadaran dalam diri.
Kejadian-kejadian global dapat diketahui oleh jutaan manusia di berbagai belahan dunia dalam waktu yang singkat berkat perkembangan IPTEK (radio, TV, internet, dsb). Peristiwa, proses, dan arus global yang demikian merupakan pengetahuan, pengalaman kehidupan sehari-hari, namun kita semua wajib memilah-milah mana yang berdampak positif bagi perkembangan dan peningkatan kualitas SDM generasi muda.
Dalam kehidupan manusia yang semakin terbuka, persilangan kebudayaan sudah menjadi suatu kebutuhan karena proses tersebut tidak dapat dicegah apabila suatu negara ingin menjadi bagian dari warga dunia. Untuk itu, ditinjau dari perspektif budaya dan Antropologi, kewaspadaan terhadap dampak negatif harus menjadi kepedulian kita semua.